Dyah Amelia, Mahasiswa Hukum Keluarga Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung Sabet Emas Pencak Silat Kategori Ganda Putri

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung. Dyah Amelia berhasil meraih medali emas (juara satu) kategori seni ganda putri dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Gubernur Lampung Cup I Tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga.

Perjalanan menuju kemenangan tersebut tidak diraih secara instan. Dyah mengungkapkan bahwa ia telah menjalani latihan yang panjang dan intensif, mulai dari penguatan fisik hingga pemantapan teknik gerakan. Dalam kategori seni ganda putri, setiap gerakan harus dilakukan secara presisi dalam durasi tiga menit. Hal ini menuntut ketahanan fisik, kekompakan, serta ketepatan waktu agar penampilan berjalan maksimal.

Di balik kesuksesan itu, Dyah juga menghadapi tantangan besar, terutama dalam melawan rasa malas dan membagi waktu antara kuliah dan latihan. Namun, dengan komitmen dan disiplin yang tinggi, ia mampu melewati berbagai hambatan tersebut dan tetap konsisten menjalani latihan.

Momen paling menegangkan terjadi saat babak final. Dyah dan pasangannya tampil setelah lawan mereka lebih dulu menunjukkan performa. Demi menjaga fokus, mereka memilih tidak menyaksikan penampilan lawan agar tidak merasa tertekan. Meski sempat diliputi rasa gugup dan kurang percaya diri, dukungan dari pelatih serta rekan-rekan tim berhasil membangkitkan semangat hingga mereka mampu tampil dengan penuh keyakinan.

Saat pengumuman pemenang, Dyah mengaku sempat terkejut. Ia merasa penampilannya belum maksimal, namun hasil yang diperoleh justru membawa dirinya meraih posisi tertinggi. Rasa bangga dan syukur pun menyelimuti dirinya atas pencapaian tersebut.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran besar UKM Tapak Suci dan dukungan dari pihak kampus. Fasilitas latihan yang memadai, bimbingan pelatih, serta lingkungan yang suportif menjadi faktor penting dalam mendukung prestasi Dyah.

Ketua Program Studi Hukum Keluarga, Muhammad Jayus, M.H.I., turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyatakan bahwa prestasi Dyah merupakan kebanggaan bagi program studi sekaligus inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Hukum Keluarga mampu bersaing dan berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang non-akademik. Ia juga menegaskan komitmen program studi untuk terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa dalam berbagai bidang.

Dalam menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus atlet, Dyah memiliki strategi tersendiri dalam membagi waktu. Ia selalu memprioritaskan kuliah, namun tetap menjaga komitmen latihan. Bahkan, ketika tidak dapat hadir tepat waktu, ia tetap berlatih secara mandiri di rumah dengan mengikuti program dari pelatih dan melakukan visualisasi gerakan.

Ke depan, Dyah menargetkan pencapaian yang lebih tinggi. Ia bertekad untuk melangkah ke tingkat nasional, bahkan bercita-cita menembus kompetisi internasional.

Dyah berpesan kepada mahasiswa lainnya untuk tidak mudah merasa puas, terus berusaha, dan berani mencoba hal baru. Menurutnya, tanpa usaha dan keberanian, seseorang tidak akan pernah mengetahui potensi terbaik dalam dirinya. (Tim Humas HK)